Manfaat Edukasi Budgeting Sejak Dini

Khoirun Nisa, S.Pd.

Siswa sekolah pada umumnya mengandalkan uang saku dari orang tua sebagai sumber utama untuk mencukupi kebutuhan mereka. Di zaman sekarang dimana sekolah tidak ada lagi pungutan pembayaran SPP menjadikan pemenuhan uang saku bukan menjadi suatu hambatan. Berdasarkan wawancara dari beberapa siswa Di SMA Negeri 1 Gubug, rata-rata uang saku mereka berkisar Rp 15.000 sampai Rp 50.000 per hari. Padahal mereka  sudah membawa bekal sarapan dan minum dari rumah karena sistem Full Day Scholl (FDS). Alhasil uang saku mereka tidak teranggarkan lagi untuk membeli makanan pokok, namun ketika ditanya apakah uang aku mereka ada sisanya? Mereka akan menjawab habis. Dan jika lanjut ditanyakan lagi untuk apa saja uang tersebut mereka akan menjawab “tidak tau”, “habis”, “pokoknya habis” padahal tidak jarang mereka dalam membayar iuran kas, membeli perlengkapan sekolah juga masih meminta kepada orang tua. Dari hal tersebut, maka perlu di kenalkan kepada para siswa tata cara untuk menata keuangan mereka agar mereka bisa memanage keuangan sejak dini.

Istilah budgeting sendiri memiliki arti sebuah anggaran atau rencana keuangan, sehingga dengan mempelajari budgeting secara sederhana diharapka siswa mampu mengatur keuangannya sendiri. Di mulai dengan membuat daftar pemasukan misalnya siswa diberikan uang saku Rp 30.000,- setiap hari nya, dengan catatan uang bensin dan paketan tercover juga di dalamnya. Maka siswa akan merencanakan dalam 1 bulan yang kurang lebih ada 5 hari efektif dikali 4 minggu sehingga total pendapatannya jika dihitung Rp 30.000 x 5 hari x 4 minggu menjadi Rp 600.000,-. Agar uang tersebut bisa dibelanjakan dengan bijak dan cukup sampai akhir bulan, maka siswa harus bisa mengaturnya dengan belajar budgeting sederhana. Langkah yang harus dilakukan adalah:

  • Tulis daftar kebutuhan selama 1 bulan

Sebagai pelajar kebutuhan meliputi paket data, jajan, alat tulis, bensin, hiburan, menabung.

  • Bedakan antara keinginan dan kebutuhan

Tidak semua apa yang diinginkan merupakan kebutuhan, bisa jadi hal tersebut hanya sebatas keinginan saja. Tentunya setelah belajar ekonomi bisa membedakan mana yang menjadi kebutuhanmu, bukan keinginanmu. Keinginan bisa kita tunda, sedangkan kebutuhan harus dipenuhi agar kelangsungan dan kesejahteraan hidup tidak terganggu.

  • Susun skala prioritas

Berikan nomor urut sesuai dengan kebutuhan yang paling vital, dilanjutkan dengan kebutuhan terhadap hal-hal yang kurang vital.

  • Tulis setiap transaksi dana baik yang masuk dan keluar

Di waktu sekarang dengan teknologi yang semakin canggih banyak aplikasi pembukuan keuangan yang menyediakan fitur untuk membantu mencatat history keuangan kita.

  • Buat aturan atau pos pada nilai pendapatan

Misalnya kita dapat menetapka model 50/30/20, atau 50/40/10, Dimana 3 model tersebut memuat presentase dari Kebutuhan, keinginan dan tabungan.

  • 50% dari pemasukan untuk kebutuhan
  • 30% dari pemasukan untuk keinginan
  • 20% dari pemasukan untuk tabungan

Dengan sadarnya siswa menerapkan budgeting sederhana sejak dini, diharapkan siswa lebih bijak dalam mengelola sumber daya yang ada, tidak menghambur-hamburkan uang dan lebih meminilamlisir tindakan pemborosan.  

Bagikan:

2 Replies to “Manfaat Edukasi Budgeting Sejak Dini”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *